Thursday, January 5, 2012

Biaya Pre-School 2012/2013

Tahun 2011 kemarin, si sulung Liz sudah berumur 3 tahun.
Saat ini dia betul2 sudah memasuki masa keemasan toddler year yang dinamis, dan tentunya, sebentar lagi saatnya bersekolah.
Semula saya hendak mendaftarkannya ke Pre-school pada tahun ajaran 2011/2012 yang di mulai pada Juli 2011, tapi akhirnya urung saya lakukan, dengan pertimbangan pada bulan Juli 2011 Liz belum genap berusia 3 tahun...kok rasanya kasihan, kalau harus bersekolah.
Dari berbagai referensi dan literatur yang saya baca, saya mengetahui bahwa the best place to spend early toddler year is at home with family. Too bad, I have to work each day mon to fri, but she can stay at home, fun and securely with my mom, who always consistently teach her abour disciplines.
Finally, saya putuskan memasukkan Liz ke Pre-school di tahun ajaran 2012/2013 saja, yang akan di mulai pada Juli 2012, dimana pada saat itu usia Liz sudah 3 tahun 10 bulan, yang tentu saja akan sudah memiliki kematangan psikologis serta emosional yang lebih baik.

Singkat cerita, mid year 2011 kemarin, survei sekolah di mulailah. Saya sebetulnya sudah punya sekolah yang di minati, yaitu Sekolah Santa Ursula yang sudah sangat terbukti kehandalannya dari generasi ke generasi dalam menjadikan anak didik mereka manusia yang cerdas, kritis, kreatif, berkepribadian, serta beriman. Banyak teman saya, dan juga orang lain lulusan sekolah ini yang menuai sukses dan memiliki kepribadian luar biasa. Bahkan kalau anda pernah baca buku Merry Riana, di sana di sebutkan bahwa Merry Riana adalah alumni Santa Ursula.

Satu per satu sekolah saya datangi, guna mengetahui kurikulum pengajaran yang mereka anut, dan tentunya biaya bersekolah di sana. Berikut hasil survei saya tentang biaya sekolah :

1.       Sekolah BPK Penabur Gading Serpong
Uang Pangkal ada di kisaran 7-8,5 juta, dan uang sekolahnya di kisaran 1,1 juta. Katanya sih sudah tidak ada pungutan lagi di luar uang sekolah
2.       Sekolah Santa Ursula BSD City
Uang Pangkal 17,5 juta dan uang sekolahnya 900 ribu rupiah per bulannya. Juga tidak ada lagi pungutan kecuali buku dan seragam. Sekolahnya bagus banget, dengan halaman rumput hijau yang luas, outdoor playgound yang luas, kebun buah2an, perpustakaan, kolam renang dan kolam pasir.
3.       Sekolah Tarakanita
Uang Pangkal berkisar 8,5 juta, dengan uang sekolah di kisaran 700-850 ribu
4.       Sekolah Dolanan di Dharmawangsa
Biaya sekolahnya tergantung tiap level usia mulai dari 1 tahun. Enrollment per level berkisar mulai dari 2 jutaan hingga 7 juta, dengan biaya bulanan rata2 (karena mereka hitungannya per term) di atas 1 jutaan.
Ini juga sekolahnya bagus banget...cukup luas dengan sarana bermain yang lengkap, termasuk di dalamnya mini zoo di mana anak-anak bisa belajar tentang hewan, dan stafnya ramah-ramah.
5.       Sekolah semi Internasional : Kinderland dan Lollypop
Di sini enrollment fee di lakukan sekali saja, dalam USD yang kemudian di convert ke rupiah, berkisar 7-9 jutaan, dan uang bulanan juga di atas 1 juta, sekitaran 500-700USD per term nya.

Wooowww...nggak kecil yaaa...setelah kasak kusuk sini situ dan berbagai pertimbangan, akhirnya kami pilih Sekolah Santa Ursula, dan beneran, 17,5 juta itu gak bisa di tawar. Suster Francesconya saklek banget, tapi beliau baik, di kasih nyicil kalo mau, setidaknya 6 bulan. Dengan ketentuan setengah dari biaya harus di bayar cash dan sisanya cicilan. Konon katanya ini untuk policy subsidi silang dengan siswa yang kurang mampu. Ngobrol2 dgn ortu murid lain,saya dengar ada salah seorang anak yang hanya membayar 4 jutaan, karena ayahnya sudah tiada, dan saudaranya banyak, sehingga ibunya cukup kewalahan.

Serem yaa, teman2 kalo baca2 tentang biaya sekolah sekarang. Baru Pre-school aja sudah segitu, bagaimana nanti SD, SMP, SMA dan kuliah...whoaaaaa....
Biarpun mahal, tapi bagi kami urusan pendidikan adalah sesuatu yang tidak bisa di tawar.  Berapapun, kami akan selalu berusaha hingga titik darah penghabisan untuk “membeli’ masa depan terbaik bagi anak-anak kami.
Kenapa saya bilang “membeli”, karena pendidikan yang terbaik TIDAK gratis. Memang yang mahal belum tentu bagus, tapi, yang bagus biasanya TIDAK MURAH.
Seperti juga hidup kita, begitupun untuk hidup anak-anak kita, tidak bisa turn back time...dan ternyata nih, sebagai orang tua, jika kita tidak dapat memberikan yang terbaik karena ada kendala atau keterbatasan, itu nyeseeeeelnyaaaa minta ampuuun. Bisa nangis gerung2 7 hari 7 malam. Seperti jaman saya terpaksa berhenti menyusui Liz karena ia menolah menyusu di usianya yang 7,5 bulan karena ternyata saya hamil adiknya, Richelle. Saat itu saya nangis2 gak karuan, karena saya tahu, hingga usia anak 1 tahun, ASI masih menjadi kebutuhan yang utama dan terbaik bagi bayi.

Saat ini saya sedang giat2nya mencari peluang, meningkatkan kondisi finansial, serta berinvestasi demi masa depan anak-anak saya. Saya ingin mereka dapat menikmati hari hari terbaik masa kanak-kanak dan masa pertumbuhan mereka, dengan makanan bergizi dan kualitas terbaik, fasilitas terbaik , sarana-prasarana terbaik, dan tentunya juga institusi pendidikan yang terbaik.
Saya itu oon gak kenal not balok, of course gak mau saya anak saya begitu juga, apalagi saya tahu belajar musik itu sangat baik untuk perkembangan otak anak...daaan...biaya les musik di tempat yang standar aja, kaya Yamaha Music School gak kurang dari 500ribu rupiah deh untuk kelas sekali seminggu @ 1 jam.
Bisnis di D’BCN yang saya lakukan adalah bagian dari investasi saya untuk masa depan anak – anak. Dan tahu nggak sih anda, kalau bisnis ini dapat di wariskan. Jadi in case ada apa2 dengan kita, maka anak-anak kita akan menjadi aahli waris dari jaringan bisnis luar biasa ini, dan tentunya akan bisa menjamin masa depan terbaik bagi mereka.

Bagaimana dengan anda ? Sudahkah anda investasikan waaktu, pikiran, dan tenaga anda untuk buah hati tersayang ?




No comments:

Post a Comment