Saat ini, kebanyakan dari kita orang tua muda pasti tengah giat-giatnya mengusahakan yang terbaik untuk si kecil, mulai dari pakaian terbaik, hingga tentunya pendidikan yang terbaik.
Untuk pendidikan, tidak hanya anda, tetapi juga saya, menginvestasikan cukup banyak uang, mulai dari tabungan dan asuransi pendidikan, hingga aneka instrumen investasi, seperti reksadana dan logam mulia untuk pendidikan si kecil.
Saya sendiri, Puji Tuhan, untuk kebutuhan sekolah kedua buah hati saya hingga SD sudah di amankan.
Tapi untuk mengamankan yang SMP hingga kuliah itu sampai saat ini masih di usahakan..hihihi...
Setiap bulan, kami tidak lupa mengalokasikan sejumlah uang untuk di investasikan, yang besarnya mencapai 15% dari penghasilan bulanan...
Belum lama ini, sambil menyetir dalam perjalanan ke kantor saya mendengarkan Hard Rock FM, yang pagi itu programnya adalah Financial Clinic bersama Ligwina Hananto. Topiknya adalah tentang dana pensiun.
Setelah mendengar yang di paparkan Wina di program itu, ternyataaa...betapa pentingnya menginvestasikan uang untuk dana pensiun. Bagi sebagian besar orang, dana pensiun masih menjadi prioritas yang entah kesekian...secara fokus masih kepada biaya pendidikan anak, biaya hidup sehari2 dan bagaimana meningkatkan taraf hidup..bener nggakk ?? Dana pensiun ? Nanti dulu deh, ntar tunggu sukses, tunggu kaya, dan lain sebagainya.
Ada juga yang sudah mulai berinvestasi untuk dana pensiunnya dengan mengalokasikan sebagian dari penghasilan bulanannya.
Mau tau nggak, berapa kira2 besarnya dana pensiun yang anda butuhkan ketika menginjak usia pensiun ?
Buka link ini yaaa...
http://tujuanloapa.qmfinancial.com/index.php/page/dana-pensiun/
Saya sudah mencobanya, di mana usia saya sekarang 33 tahun, dan di asumsikan saya mau pensiun di usia 55 tahun, tingkat inflasi 10%, usia harapan hidup saya hingga 70 tahun, dan expense ratio, dalam artian kualitas hidup saya masukkan 100%, yaitu 15 juta rupiah sebulannya. Ini saya asumsikan sudah tidak perlu lagi membayar sekolah dan biaya hidup anak2, hanya untuk makan saya & suami plus hidup sehari-hari yang maunya saya sih..standarnya tidak kacrut-kacrut amat :)
Ternyataaaa...saat saya berusia 55 tahun nanti Future Value dari angka 15 juta sekarang, yang saya masukkan sebagai biaya hidup, sudah menjadi Rp 122.100.000 per bulannya. Ya ampuuuunnn..sekarang mah kita bisa beli mobil pake duit segitu.
Lebih melongo lagi kala melihat berapa total uang yang di butuhkan mulai sejak saya memasuki usia pensiun di 55 tahun hingga akhir hayat di 70 tahun : Rp18,974,743,305.64 What a big amount !! Gak kebayang deh, darimana dapet duit segitu. Itu asumsi kalo sehat terus lho..belum masuk hitungan kalo tau2 sakit dan membutuhkan biaya yang besar.
Saya sih investasi di reksadana saham yang tentunya returnnya paling tinggi, sesuai paham high risk high return. Tapi lagi nih, saya baru nyadar, kalo uang buat di investasiin di reksadana itu dapatnya dari gaji saya + suami tiap bulan. Trusss...kepikir lagi nih..gara2 ngobrol2 sama orang asuransi...Kalo misalnya nih..ada apa2 sama saya dan suami, duit buat inves ke reksadana darimana dong ? Gak usah buat pensiun, buat masa depan anak2 pun kayaknya gak tau dari mana. Sementara, nilai uang pertanggungan dari asuransi yang saya dan suami miliki, yang bisa cair sekitar 2M kalo ada apa2 sama kita, ternyata jauuuuhhh dari mencukupi untuk membayar dana pensiun, dan sekolah anak.
Saya tentunya nggak mau anak saya madesu, dan sampai tua pun nggak mau menyusahkan mereka, apalagi menggantungkan hidup kami pada mereka. Harusnya, kita di masa tua bisa menikmati masa tua kita tanpa menyusahkan anak2..bener nggak ?
Dari situ saya mulai mikir untuk punya several income generator..gak cuma dari gaji saya dan suami. Walopun kami berdua sama2 menikmati gaji manager di perusahaan yang lumayan besar..kalo ada apa2 dengan kami, paling2 perusahaan hanya memberikan santunan yang jumlahnya pastinya jauh dari mencukupi kebutuhan hingga usia pensiun dan boro2 untuk menjamin pendidikan anak-anak kami.
Sudah sempat lirik kanan kiri, cari macam2 peluang. Terakhir, bareng ipar, saya sempat melirik peluang agribisnis juga..tapi di jalani, ternyata modalnya tidak kecil, pengelolaan dan kontrol memerlukan energi dan modal cukup besar, dengan resiko yang cukup besar pula.
Saya mulai pasang mata dan telinga, kalau2 ada kesempatan untuk berbisnis dengan modal yang tidak besar dan resiko yang juga masih dapat di tolerir. Beberapa kali, melihat ada iklan opportunity di internet untuk sebuah bisnis yang hanya bermodal Rp 39,900 dan dapat di lakukan online, dari rumah. Sounds interesting ! Saya bisa melakukannya di malam hari atau waktu senggang, sementara saya juga tetap berkarya during working day working hour. Peluang penghasilannya juga sangat besar.
Mulanya saya nggak percaya, apalagi setelah tahu bahwa yang di kerjakan itu 'hanyalah' dagang Oriflame. Jiahhh..MLM..ogeng lah yaaa jaman gini...Basian ah. Dari jaman saya SMA dan kuliah juga udah ada tuh oriflame..gitu2 aja kayaknya. Tapi iseng2 gabung, soalnya bulan itu ada promo, kalo fee membershipnya gratis. Biarinlah..kebetulan bulan itu mascara, hairspray, dan sabun anak habis. Itung2 bisa beli pake harga diskon.
Setelah saya join, barulah saya melihat, ternyata gak ada yg gak menghasilkan di sini. Gak ada yang lama2 di posisi konsultan 3% atau 6%. Rata2 dengan cepat melesat ke posisi konsultan senior atau manager dengan penghasilan x juta. Heranlah saya, curious saja..kok ya di grup ini kayaknya maju. Lebih heran lagi ketika iseng2 saya titip konsultannya ke suami & teman2 saya..eh, kok ternyata banyak yang beli. Far beyond my expectation. Jual produknya ternyata gak susah. Peluang nih, pikir saya. Baru beberapa hari bergabung saja sudah bisa tutup target minimal, dan bulan berikutnya pun bisa di pastikan menuju posisi yang lebih tinggi.
Support jaringan dan upline juga luar biasa. Gak seperti MLM lainnya yang upline nya nggak touch ke bawah.. di sini sangat concern sekali. Tools bekerja juga telah tersedia, demikian halnya dengan training yang di lakukan secara online.
Pesan produknya juga gak pake ribet harus via upline seperti biasanya MLM. Cukup duduk manis di depan komputer, klik2 di www.oriflame.co.id, then barang di kirim, bayarnya juga COD, alias gak usah transfer dulu. Beres.
Gak makan waktu, gak ganggu kerjaan di kantor, saya malah masih tetap memasak untuk anak, bikin kue, memandikan & menyuapi anak, plus mengurus suami tentunya... :)
Untuk informasi lebih lanjut, bisa anda dapatkan di sini. Bukan sesuatu yang bombastis apalagi bohong. Semuanya real, asal anda punya semangat, mau berdisiplin & berkomitmen, dan tentunya dengan segenap cinta untuk keluarga & orang tua anda....
http://www.dBC-Network.info/?id=JovitaPranata
Untuk pendidikan, tidak hanya anda, tetapi juga saya, menginvestasikan cukup banyak uang, mulai dari tabungan dan asuransi pendidikan, hingga aneka instrumen investasi, seperti reksadana dan logam mulia untuk pendidikan si kecil.
Saya sendiri, Puji Tuhan, untuk kebutuhan sekolah kedua buah hati saya hingga SD sudah di amankan.
Tapi untuk mengamankan yang SMP hingga kuliah itu sampai saat ini masih di usahakan..hihihi...
Setiap bulan, kami tidak lupa mengalokasikan sejumlah uang untuk di investasikan, yang besarnya mencapai 15% dari penghasilan bulanan...
Belum lama ini, sambil menyetir dalam perjalanan ke kantor saya mendengarkan Hard Rock FM, yang pagi itu programnya adalah Financial Clinic bersama Ligwina Hananto. Topiknya adalah tentang dana pensiun.
Setelah mendengar yang di paparkan Wina di program itu, ternyataaa...betapa pentingnya menginvestasikan uang untuk dana pensiun. Bagi sebagian besar orang, dana pensiun masih menjadi prioritas yang entah kesekian...secara fokus masih kepada biaya pendidikan anak, biaya hidup sehari2 dan bagaimana meningkatkan taraf hidup..bener nggakk ?? Dana pensiun ? Nanti dulu deh, ntar tunggu sukses, tunggu kaya, dan lain sebagainya.
Ada juga yang sudah mulai berinvestasi untuk dana pensiunnya dengan mengalokasikan sebagian dari penghasilan bulanannya.
Mau tau nggak, berapa kira2 besarnya dana pensiun yang anda butuhkan ketika menginjak usia pensiun ?
Buka link ini yaaa...
http://tujuanloapa.qmfinancial.com/index.php/page/dana-pensiun/
Saya sudah mencobanya, di mana usia saya sekarang 33 tahun, dan di asumsikan saya mau pensiun di usia 55 tahun, tingkat inflasi 10%, usia harapan hidup saya hingga 70 tahun, dan expense ratio, dalam artian kualitas hidup saya masukkan 100%, yaitu 15 juta rupiah sebulannya. Ini saya asumsikan sudah tidak perlu lagi membayar sekolah dan biaya hidup anak2, hanya untuk makan saya & suami plus hidup sehari-hari yang maunya saya sih..standarnya tidak kacrut-kacrut amat :)
Ternyataaaa...saat saya berusia 55 tahun nanti Future Value dari angka 15 juta sekarang, yang saya masukkan sebagai biaya hidup, sudah menjadi Rp 122.100.000 per bulannya. Ya ampuuuunnn..sekarang mah kita bisa beli mobil pake duit segitu.
Lebih melongo lagi kala melihat berapa total uang yang di butuhkan mulai sejak saya memasuki usia pensiun di 55 tahun hingga akhir hayat di 70 tahun : Rp18,974,743,305.64 What a big amount !! Gak kebayang deh, darimana dapet duit segitu. Itu asumsi kalo sehat terus lho..belum masuk hitungan kalo tau2 sakit dan membutuhkan biaya yang besar.
Saya sih investasi di reksadana saham yang tentunya returnnya paling tinggi, sesuai paham high risk high return. Tapi lagi nih, saya baru nyadar, kalo uang buat di investasiin di reksadana itu dapatnya dari gaji saya + suami tiap bulan. Trusss...kepikir lagi nih..gara2 ngobrol2 sama orang asuransi...Kalo misalnya nih..ada apa2 sama saya dan suami, duit buat inves ke reksadana darimana dong ? Gak usah buat pensiun, buat masa depan anak2 pun kayaknya gak tau dari mana. Sementara, nilai uang pertanggungan dari asuransi yang saya dan suami miliki, yang bisa cair sekitar 2M kalo ada apa2 sama kita, ternyata jauuuuhhh dari mencukupi untuk membayar dana pensiun, dan sekolah anak.
Saya tentunya nggak mau anak saya madesu, dan sampai tua pun nggak mau menyusahkan mereka, apalagi menggantungkan hidup kami pada mereka. Harusnya, kita di masa tua bisa menikmati masa tua kita tanpa menyusahkan anak2..bener nggak ?
Dari situ saya mulai mikir untuk punya several income generator..gak cuma dari gaji saya dan suami. Walopun kami berdua sama2 menikmati gaji manager di perusahaan yang lumayan besar..kalo ada apa2 dengan kami, paling2 perusahaan hanya memberikan santunan yang jumlahnya pastinya jauh dari mencukupi kebutuhan hingga usia pensiun dan boro2 untuk menjamin pendidikan anak-anak kami.
Sudah sempat lirik kanan kiri, cari macam2 peluang. Terakhir, bareng ipar, saya sempat melirik peluang agribisnis juga..tapi di jalani, ternyata modalnya tidak kecil, pengelolaan dan kontrol memerlukan energi dan modal cukup besar, dengan resiko yang cukup besar pula.
Saya mulai pasang mata dan telinga, kalau2 ada kesempatan untuk berbisnis dengan modal yang tidak besar dan resiko yang juga masih dapat di tolerir. Beberapa kali, melihat ada iklan opportunity di internet untuk sebuah bisnis yang hanya bermodal Rp 39,900 dan dapat di lakukan online, dari rumah. Sounds interesting ! Saya bisa melakukannya di malam hari atau waktu senggang, sementara saya juga tetap berkarya during working day working hour. Peluang penghasilannya juga sangat besar.
Mulanya saya nggak percaya, apalagi setelah tahu bahwa yang di kerjakan itu 'hanyalah' dagang Oriflame. Jiahhh..MLM..ogeng lah yaaa jaman gini...Basian ah. Dari jaman saya SMA dan kuliah juga udah ada tuh oriflame..gitu2 aja kayaknya. Tapi iseng2 gabung, soalnya bulan itu ada promo, kalo fee membershipnya gratis. Biarinlah..kebetulan bulan itu mascara, hairspray, dan sabun anak habis. Itung2 bisa beli pake harga diskon.
Setelah saya join, barulah saya melihat, ternyata gak ada yg gak menghasilkan di sini. Gak ada yang lama2 di posisi konsultan 3% atau 6%. Rata2 dengan cepat melesat ke posisi konsultan senior atau manager dengan penghasilan x juta. Heranlah saya, curious saja..kok ya di grup ini kayaknya maju. Lebih heran lagi ketika iseng2 saya titip konsultannya ke suami & teman2 saya..eh, kok ternyata banyak yang beli. Far beyond my expectation. Jual produknya ternyata gak susah. Peluang nih, pikir saya. Baru beberapa hari bergabung saja sudah bisa tutup target minimal, dan bulan berikutnya pun bisa di pastikan menuju posisi yang lebih tinggi.
Support jaringan dan upline juga luar biasa. Gak seperti MLM lainnya yang upline nya nggak touch ke bawah.. di sini sangat concern sekali. Tools bekerja juga telah tersedia, demikian halnya dengan training yang di lakukan secara online.
Pesan produknya juga gak pake ribet harus via upline seperti biasanya MLM. Cukup duduk manis di depan komputer, klik2 di www.oriflame.co.id, then barang di kirim, bayarnya juga COD, alias gak usah transfer dulu. Beres.
Gak makan waktu, gak ganggu kerjaan di kantor, saya malah masih tetap memasak untuk anak, bikin kue, memandikan & menyuapi anak, plus mengurus suami tentunya... :)
Untuk informasi lebih lanjut, bisa anda dapatkan di sini. Bukan sesuatu yang bombastis apalagi bohong. Semuanya real, asal anda punya semangat, mau berdisiplin & berkomitmen, dan tentunya dengan segenap cinta untuk keluarga & orang tua anda....
http://www.dBC-Network.info/?id=JovitaPranata
Menyiapkan pensiun sedari dini memang penting sekali, untuk hidup layak dimasa pensiun memang membutuhkan dana yang besar. Salah satu cara untuk memenuhinya terutama yang masa pensiunnya sudah dekat adalah memulai bisnis sendiri.
ReplyDeletePenting dan urgent-nya merencanakan pensiun dengan melihat Big Picture Pensiun semoga bisa menjadi tambahan masukan http://finplanner-jauhari.blogspot.com/2012/06/tips-membuat-big-picture-pensiun-dan.html